3 Riset Terbaru Co「Yabo official website」vid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

"KYYabo official webYabo official websitesiteabo officiaYabo official websitel websiteami belYabo official websiteum mempelajari pasien cukup lama untuk mengetahui apakah autoantibodi ini masih ada satu atau dua tahun kemudian," tambahnya, tetapi mencatat bahwa mengembangkan penyakit autoimun adalah suatu kemungkinan.

Hal ini ditulis peneliti dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature Communications.

Berikut rangkuman 3 penelitian terbaru, dilansir dari Reuters, Rabu (22/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Artikel berikut ini adalah tiga ringkasan dari beberapa penelitian terbaru Covid-19. Mulai dari Covid-19 parah yang dapat memicu kondisi autoimun hingga temuan varian baru yang menyebabkan lebih banyak virus di udara.

Untuk diketahui, penelitian berikut masih memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi oleh peer review.

Dia mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

"Dalam seminggu, sekitar 20 persen dari pasien ini telah mengembangkan antibodi baru untuk jaringan mereka sendiri yang tidak ada pada hari mereka dirawat," kata pemimpin studi Dr. Paul Utz dari Universitas Stanford dalam rilis berita.

Mereka menemukan autoantibodi dalam sampel darah dari sekitar 50 persen dari 147 pasien Covid-19 yang mereka pelajari, dan kurang dari 15 persen dari 41 sukarelawan sehat.

“Anda tidak bisa tahu, ketika Anda mendapatkan Covid-19 apakah itu akan menjadi kasus ringan atau berat,” katanya.

Temuan baru menunjukkan, kondisi Covid-19 yang parah dapat mengelabui sistem kekebalan untuk memproduksi apa yang disebut autoantibodi yang berpotensi menyerang jaringan sehat dan menyebabkan penyakit inflamasi.

Baca juga: Video Viral Satpol PP Tanya Barcode PeduliLindungi di Minimarket Bekasi, Ahli: Improvisasi di Daerah yang Berlebihan

"Jika Anda mendapatkan kasus berat, itu akan membuat diri Anda menghadapi masalah seumur hidup karena virus dapat memicu autoimunitas," katanya.

Untuk 48 pasien Covid-19, para peneliti memiliki sampel darah yang diambil pada hari yang berbeda, termasuk hari masuk rumah sakit, yang memungkinkan mereka untuk melacak perkembangan autoantibodi.