Weide official website_Gaming platform ranking_Lottery website platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

Online cash casinonah, itOnline cash casinoulah Online cash casinogeopark di Indonesia yang nggak hanya punya alam yang keren tapi punya juga dikelola dengan sangat baik. Sehingga, potensi alamnya bisa dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat setempat. Dari kelima geopark di atas, mana yang paling ingin kamu kunjungi?

Gunung Sewu merupakan kawasan geopark yang memiki wilayah administratif terbesar. Kawasan geologi ini membentang di tiga kabupaten yakni Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Di mana tiga kabupaten tersebut berada di provinsi Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keunikan inilah yang membuat Geopark Gunung Sewu memiliki potensi alam yang sangat kaya dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakatnya. Setelah ditetapkan sebagai UGG pada tahun 2015, geopark Gunung Sewu sering dijadikan napak tilas bagi pecinta wisata minat khusus untuk menelusuri kenampakan alam dari Pacitan, Wonogiri hingga Gunungkidul.

Geopark Rinjani terdiri dari kawasan keanekaragaman hayati, kawasan letusan gunung api dan kawasan budaya adat. Letusan super vulkanik Gunung Rinjani ratusan ribu tahun yang lalu, menghasilkan kaldera, danau dan kerucut aktif Gunung Barujari. Kondisi alam itulah yang membuat kawasan geopark Rinjani merupakan kawasan geologi yang cukup kaya akan sumber daya alam. Sebulm ditetapkan sebagai UGG pada tahun 2018, geopark Rinjani dinobatkan sebagai geopark nasinal sejak 2013. Perjalanan itulah yang membuat geopark Rinjani mampu mengelola alamnya dengan baik.

Lutusan Gunung Api Toba Purba yang dahsyat menyisakan lekukan cukup dalam. Saking dalamnya lekukan tersebut, dasar kaldera kemudian terisi air hingga kedalaman 550 meter dan luasnya luas 1.130 kilometer persegi. Lekukan ini yang akhirnya dikenal dengan Danau Toba. Nggak hanya itu, peristiwa geologi di Danau Toba pun membentuk pulau yang dinamakan Pulau Samosir. Nah, Danau Toba dan Pulau Samosir inilah yang dikenal dengan Kaldera Toba. Dilansir dari Kompas, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UGG pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO pada tahun 2020.

Bagi sebagian orang, wisata geopark mungkin masih kurang familier. Apalagi karena keberadaan geopark di Indonesia yang sudah dikelola dengan baik memang masih sedikit. Secara bahasa, geopark berasal dari ‘geologycal park‘ yang berarti taman geologi atau taman bumi. Nah, jika diartikan secara istilah, geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakatnya dilibatkan dalam melindungi dan meningkatkan fungsi alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya di dalamnya.

Secara mendasar geopark memang mirip dengan taman nasional. Jika taman nasional berfungsi untuk konservasi lingkungan, melindungi satwa dan tanaman, maka geopark nggak hanya tentang konservasi. Geopark memiliki pengelolaan yang lebih merata terhadap alam sebagai warisan bumi yang harus disadari potensinya dan dijaga kelestariannya secara berkelanjutan. Sebanrnya sudah banyak geopark di Indonesia yang mulai dirintis dengan tata kelola yang baik. Tapi baru ada 5 geopark yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai ‘global geopark’ atau masuk ke dalam UNESCO Global Geopark (UGG). Berikut ulasan geopark di Indonesia yang masuk jaringan UGG.

Geopark Ciletuh dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik. Di sekitar perbukitan juga terdapat air terjun sebagai sumber mata air yang dijaga supaya nggak kekeringan saat musim kemarau. Selain kawasan perbukitan, Ciletuh juga memiliki pantai terbaik bagi olahraga selancar. Bahkan Pantai Cimaja Ciletuh sering dijadikan lokasi lomba surfing berskala internasional. Selain petensi alam yang  terjaga dan dimanfaatkan dengan baik, budaya Sunda yang menjadi tata kehidupan masyarakatnya pun masih dijaga dengan sangat baik. Nggak hean jika Ciletuh masuk ke dalam UGG pada tahun 2018.

Kawasan geologi Gunung Batur ini masih aktif menghasilkan beragam batuan yang kerap dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membangun rumah, membuat kerajinan dan sebagai sumber ekonomi. Potensi alam yang mampu dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan dengan sangat baik, mengantarkan Gunung Batur sebagai kawasan geopark yang masuk dalam UGG pada 2012. Setidaknya ada 21 situs warisan alam tersebar di sebagain wilayah Kintamani, kabupaten Batur.