Restoran Cepat Saji asal Filipina Jollibee Tutup 255 Resto「Dutch online casino」ran

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

MelDutch online casinoaDutch online casinonDutch online caDutch online casinosinosir Manila Times, raksasa makanan cepat saji ini mengatakan kerugian itu termasuk biaya senilai tujuh miliar peso Filipina dari program transformasi bisnis yang direncanakan.

KOMPAS.com - Perusahaan restoran cepat saji asal Filipina, Jollibee Foods Corp. mengalami kerugian sebesar 10,Dutch online casino2 miliar peso Filipina atau setara Rp 3 triliun pada kuartal kedua 2020.

Hal ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, Jolibee berhasil mendapatkan laba 1,04 miliar peso Filipina atau setara Rp 300 miliar. 

Pada April 2020, penjualan di restoran Jollibee dari beberapa negara turun rata-rata 47 persen, yaitu di Filipina turun 57 persen, Cina 37 persen, Amerika Utara 25 persen dan Eropa, Timur Tengah, dan Asia 45 persen.

Pihak Jollibee menyebutkan penjualan keseluruhan dari April hingga Juni 2020 turun 48,4 persen . 

Saat ini, Jollibee sedang fokus membangun kembali bisnis dan memperbaiki pembiayaan dalam program transformasi bisnisnya.

Baca juga: Restoran Lotteria Indonesia Tutup Permanen pada 29 Juni 2020

Dikutip dari Bworld Online, Jollibee juga menutup 255 restoran milik perusahaan dan 95 milik perusahaan dialhikan untuk waralaba dengan alasan transformasi bisnis. 

Baca juga: Apa Itu Cloud Kitchen, Konsep Bisnis Kuliner yang Marak Saat Pandemi

Meskipun demikian, pihak Jollibee tetap optimis dengan masalah keuangan yang akan membaik dalam waktu dekat. 

Menurut pernyataan mereka, 50 persen toko Jollibee di seluruh dunia tutup sementara pada awal tahun. Sekarang 88 persen toko sudah mulai buka melayani pembelian bungkus dan pesan antar. 

Sebab restoran sudah mulai dibolehkan untuk beroperasi kembali dan penjualan mungkin akan meningkat. Jollibee juga berencana membuka 338 toko di seluruh dunia tahun ini.

Pada Juni 2020, penurunan berkurang menjadi rata-rata 39 persen, dengan Filipina turun sebesar 48 persen, China 25 persen, Amerika Utara 9 persen, dan Eropa, Timur Tengah, serta Asia, 22 persen.

Baca juga: Tips Mulai Bisnis Kuliner pada Masa Pandemi dari Chef Arnold

Dilaporkan bahwa kecepatan pemulihan penjualan dari setiap toko bervariasi dari satu negara ke negara lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Program karantina pencegahan penyebaran Covid-19 berperan besar mempengaruhi operasional perusahaan ini.