Komunitas dalam Perspektif Sosiolog「888 Online Casino」i

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

Akibat kerja 888 O888 Online Casinonline Casinosama tersebut, muncu888 Online Casinollah kelembagaan sosial yang disebut sebagai gotong royong.

Adapun ciri-ciri komunitas perkotaan, sebagai berikut:

Baca juga: Penerapan Ilmu Sosiologi dalam Perencanaan Sosial dan Pembangunan

Komunitas lebih bersifat kecil, homogen, kultural, partisipatif888 Online Casino-efektif, serta relatif otonom. Sedangkan masyarakat lebih bersifat besar, heterogen, struktural, produktivitas-efisiensi, serta dependen.

Baca juga: Kejahatan dalam Perspektif Sosiologi

Sementara itu, komunitas perkotaan adalah penduduk kota yang tidak tertentu jumlahnya. Penekanan kata kota, memiliki arti yaitu sifat dan ciri kehidupan yang berbeda dengan komunitas pedesaan.

Dalam buku Pengembangan Masyarakat (2014) karya Fredian Tonny Nasdian, dijelaskan bahwa suatu komunitas pedesaan umumnya memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan komunitas lainnya.

Tidak hanya tempat tinggal, ada satu lagi unsur pembentuk komunitas, yaitu perasaan. Perasaan harus ada di antara anggota bahwa mereka saling membutuhkan dan lahan yang mereka tempati memberikan kehidupan kepada semuanya.

Komunitas adalah suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam bentuk kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama, baik yang bersifat fungsional maupun yang memiliki teritorial.

KOMPAS.com – Dalam perspektif sosiologi, konsep komunitas dan masyarakat memiliki arti yang berbeda.

Dilansir dari laman resmi Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor, dijelaskan mengenai definisi komunitas dari perspektif sosiologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Ciri-ciri komunitas adalah anggotanya berpartisipasi dan terlibat langsung dalam suatu kegiatan. Maksudnya adalah semua usaha anggota diintegrasikan dengan usaha-usaha pemerintah setempat untuk meningkatkan taraf hidup.

Perasaan tersebut disebut sebagai perasaan komunitas. Adapun unsur-unsur perasaan komunitas, yaitu seperasaan, sepenanggungan, dan saling memerlukan.

Pada dasarnya, komunitas pedesaan di Indonesia, jika ditinjau dari segi kehidupan, cenderung terikat dan tergantung dengan tanah.

Secara tidak langsung, komunitas berfungsi sebagai ukuran untuk menjelaskan hubungan antara hubungan sosial dengan wilayah geografis tertentu.

Baca juga: Penerapan Ilmu Sosiologi untuk Mengatasi Masalah Sosial

Sistem kehidupannya pun umumnya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. Selain itu, penduduk komunitas pedesaan juga cenderung hidup dari sektor pertanian.

Lebih lanjut, komunitas dalam batas-batas tertentu dapat merujuk pada warga sebuah dusun, desa, kota, suku, atau bangsa.

Karena sama-sama bergantung pada tanah, maka kepentingan pokok dalam komunitas juga sama sehingga mereka akan melakukan kerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingannya.

Baca juga: Penerapan Ilmu Sosiologi bagi Pembuat Keputusan

Dalam kehidupan masyarakat modern, sering kali dibedakan antara komunitas pedesaan dan komunitas perkotaan.

Oleh sebab itu, pada komunitas pedesaan jarang sekali ditemui sistem pembagian kerja berdasarkan keahlian, yang ada adalah sistem pembagian kerja yang didasarkan pada usia dan jenis kelamin.

Selain itu, suatu komunitas juga memiliki lokalitas atau tempat tinggal tertentu. Komunitas yang memiliki tempat tinggal tetap dan permanen, biasanya memiliki ikatan solidaritas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya.