Crystal Baccarat_Football betting network_Betting software_The rules of baccarat_American gambling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

KAG BaccarataG Baccaratali ini nama Mamah Dedeh menAG Baccaratjadi sorotan publik, setelah video yang menayangkan salah satu episode program TV-nya, viral di media sosial. Publik mengkritik pernyataan yang dilontarkannya saat memberikan jawaban kepada salah satu jamaahnya. Tak khayal, ceramahnya kali itu pun mengundang banyak kontroversi, bahkan ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) sampai ikut berkomentar lho! Wah, ada apa nih? Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Video lengkap ceramah Mamah Dedeh bisa dilihat di sini.

Jawaban itu diakhiri dengan pernyataannya:

Tanggapan drh. Heru di forum percakapan PDHI Jogja via Hipwee

“…kalau saran saya, kita sebagai seorang muslim, jangan jadi dokter hewan.”

Nama Mamah Dedeh tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia, terlebih bagi umat muslim. Pasalnya ustadzah bernama lengkap Dedeh Rosidah ini sering mondar-mandir di layar TV nasional untuk memberikan ceramah. Wanita kelahiran 5 Agustus 1951 ini, bahkan punya beberapa acara sendiri. Salah satunya program “Mamah dan Aa” yang tayang setiap pagi di stasiun TV swasta. Mamah Dedeh dikenal sebagai ustadzah yang tegas dalam memberikan saran-saran pada para jamaahnya yang ‘curhat’ kepadanya. Perjalanan dakwahnya sendiri sudah berlangsung selama kurang lebih 22 tahun. Sebelum banyak diundang di acara TV, ia sudah memulai kegiatan dakwahnya dari kampung ke kampung.

Sontak, pernyataan Mamah Dedeh tersebut mendapat tanggapan dari banyak pihak terutama para dokter hewan di Indonesia yang beragama muslim. Drh Heru Setijanto, selaku ketua PB PDHI juga turut mengomentari kasus ini. Tanggapan drh. Heru telah banyak tersebar di jejaring sosial, termasuk di forum percakapan PDHI. Berikut komentar lengkapnya:

Terang saja banyak publik menyanggah pernyataan Mamah Dedeh. Mereka yang kontra sebagian besar melihatnya dari sisi medis, bahwa pekerjaan dokter hewan adalah pekerjaan yang mulia. Melalui tangan para dokter hewan, manusia bisa terhindar dari berbagai penyakit yang sumbernya dari hewan. Pada intinya kesejahteraan manusia bisa diperoleh melalui penanganan hewan yang baik. Biar bagaimanapun, kehidupan manusia dan hewan kan berjalan selaras dan berhubungan satu sama lain. Jadi ilmu terkait keduanya sama-sama dibutuhkan demi kemaslahatan umat.

“Tidak sepantas nya seorang ustadjah menghakimi profesi hanya karena air liur anjing adalah najis, bukan Berarti profesi qmi pun jadi sama najis nya dan tidak pantas utk dijalani seorang Muslim.” – drh. Anggy Ika Widyastuti.

Mamah Dedeh menjawab:

Tak hanya itu, Mamah Dedeh bahkan menyarankan kalau perlu, si dokter hewan yang muslim harus menuliskan “Menerima Semua Binatang, Kecuali Anjing dan Babi” di papan nama tempat praktiknya. Karena menurutnya, dalam Islam sudah jelas perkara najis yang bisa ditimbulkan dari dua jenis binatang tersebut.

Di video tersebut, tepatnya di menit ke-34, seorang hadirin bertanya mengenai najis yang berhubungan dengan profesi. Profesi yang dimaksud adalah dokter hewan. Jamaah itu menanyakan:

“Seorang dokter hewan setiap saat melaksanakan operasi, misalnya mengoperasi anjing, ini ‘kan najis mugholadhoh, apakah harus setiap saat pakai tanah, atau bisa pakai sabun?”

“Harus pakai tanah tidak ada tawar menawar…”

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. I Ketut Diarmita, MP mengatakan, angka zoonosis atau penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia dan sebaliknya dalam beberapa literatur disebutkan mencapai angka 90-95 %. Ada pula yang menyebutkan angka 75%. Tapi yang jelas, lebih dari 50% penyakit manusia asalnya dari hewan. Posisi dokter hewan di sini menjadi sangat penting. Karena masalah penyakit menular akibat virus atau bakteri dari hewan ke manusia atau sebaliknya, bisa ditanggulangi dengan mempelajari masalah kesehatan hewan juga, bukan hanya fokus pada manusianya.

Saat ini kabarnya tanggapan ketua PB PDHI drh. Heru di atas sudah diteruskan ke pihak manajemen Mamah Dedeh. Semoga saja bisa diterima dengan baik. Kita tunggu saja deh ya konfirmasi dari Mamah Dedeh