Football Handicap Analysis_Indonesian board games_Bali Casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:BettingHandicap

EuEuropeEuropean online bettingaEuropean online bettingn online bettingropeEuropean online bettingan online bettingmirna rebahan di sofa setelah pulang kerja | Credit: Pxhere

Melihat anaknya kesurupan, ibu membacakan ayat-ayat suci Al Quran sembari memegang tangan Mirna. Setelah memberontak dan tubuhnya terus bergerak-gerak, Mirna mulai sadar dan punya kendali atas badannya lagi. Ketika napasnya mulai teratur dan tubuhnya tenang, keluarganya pun lega. Mirna telah sadar.

Kejadian yang sulit dipercaya itu masih berlanjut. Sita mengaku kalau leluhurnya mengirimkan makhluk penjaga setelah itu, sehingga ia tidak pernah kesurupan lagi. Menurut temannya yang bisa melihat makhluk gaib, penjaga itu membuat para makhluk astral nggak bisa merasukinya lagi. Jadi, cuma bisa menempel. Tapi, efeknya tetap bikin pegal di badan Sita.

Rasa penasaran itu akhirnya membuat saya bertemu dengan orang-orang ini. Punya pengalaman kesurupan, mereka membagikan cerita unik tersebut. Melalui cerita-cerita mereka, saya jadi tahu kalau kesurupan bisa jadi bermula dari situasi yang sama. Tapi, rasanya kesurupan bisa berbeda-beda…

Di saat yang bersamaan. Mirna meraung-raung tidak jelas. Suaranya melengking dan tangisnya pecah. Sementara itu, ia terus mencakar sofa. Saat merasakan tubuhnya hilang kendali, ia masih bisa mendengar suara ibunya yang panik. Ia mendengar dan melihat orang-orang di sekitarnya. Tapi, ia seperti bukan pemilik tubuhnya sendiri. Ia tidak bisa mengerakkannya sama sekali.

Ibu, bapak, kedua adik, dan sepupunya pergi ke musala untuk salat berjamaah. Kini, tinggal Mirna yang sendirian. Ia masih termenung di sofa. Ketika anggota keluarga pulang, Mirna masih di posisi yang sama. Kali ini, peringatan ibunya kembali diabaikan. Saat anggota keluarga berangkat ke musala untuk menunaikan salat tarawih, ia tetap duduk di sofa.

Sejujurnya, cerita Sita dan Mirna benar-benar sulit diterima akal. Apalagi fenomena kesurupan nggak bisa dijelaskan secara medis. Namun, cerita unik mereka  membuka pikiran saya, kesurupan merupakan pengalaman misterius yang benar-benar dialami beberapa orang. Setelah mendengar ceritanya, saya bernapas lega karena belum pernah amit-amit deh mengalami kesurupan. Semoga saja tidak, karena saya nggak bisa membayangkan badan ini digerakkan oleh mahluk tak kasat mata, sementara saya nggak bisa berbuat apa-apa.

Pernahkah kamu penasaran, mengapa orang bisa kesurupan dan bagaimana rasanya? Sebelumnya, tak terbayangkan sama sekali di benak saya seperti apa rasanya kesurupan. Pengetahuan saya sangat terbatas. Saya cuma pernah melihat teman kesurupan di bangku sekolah. Katanya sih, orang merasa sangat lelah setelah tubuhnya dirasuki makhluk gaib. Namun, keingintahuan saya menuntut penjelasan yang lebih riil dan nyata.

“Kenapa Mirna?” tanya bapak ambil memegang kening anaknya.

Sebagai orang cukup sensitif terhadap keberadaan makhluk halus, Sita mengaku sudah pernah kesurupan dua kali. Pertama kali saat ia duduk di bangku SMA. Sebagai pengurus OSIS, ia sering berlama-lama di ruang sekretariat. Ketika ruangan itu pindah ke bangunan baru, Sita sudah merasa ngeri. Tapi, dia mencoba menepis pikiran-pikiran aneh. Chill aja lah, gumamnya menyakinkan diri sendiri.

Ia mendengar suara perempuan memanggilnya. Ia menoleh ke samping kiri, kanan, dan belakang. Tidak ada siapa-siapa, gumamnya.

Sita mulai hilang kendali setelah roh halus masuk ke badannya | Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Makhluk halus masuk ke tubuh Mirna | Illustration by Hipwee

Saat orang tua dan adik-adiknya pulang dari salat tarawih, Mirna masih duduk dengan wajah yang kaku. Keluarganya belum curiga sama sekali, meskipun sang ibu heran dan sedikit kesal anak perempuanya masih diam saja. Tidak ada tanda-tanda Mirna sudah berganti pakaian dan menjalankan salat. Mirna mengaku tidak tahu tepatnya, tapi ia ingat detik-detik pikirannya mulai kosong. Kemudian disusul tubuhnya yang seperti dikendalikan oleh orang lain. Tanpa bisa dikontrol dirinya sendiri, tiba-tiba ia mencakar pegangan sofa sambil menggeram.

“Pergi sana, pergi!” kata Mirna, tanpa ia sadari. Ia menunjuk ke langit-langit ruang tamu.

Siang itu, Sita sendirian di sekretariat. Teman-teman anggota OSIS lain belum datang. Awalnya baik-baik saja sampai ia merasakan bagian belakang badannya ditekan dengan sangat kuat.

*Kamis Mistis kembali menyapamu dengan ulasan-ulasan menarik yang membuat bulu kuduk berdiri. Bukan pura-pura atau settingan, kesurupan yang dialami orang-orang ini benar terjadi. Ketika tubuh dirasuki makhluk astral, mereka kehilangan kontrol diri; tiba-tiba berteriak, menjerit, mencakar sofa, atau menggeram. Lewat edisi ini, mereka membagikan pengalaman unik dan penuh misteri yang bikin merinding. Hiii….

Selama kesurupan itu, Mirna merasakan badannya bergetar hebat dan emosinya meledak sampai ia kehilangan kendali. Beruntungnya, Mirna  cuma merasakan kesurupan itu sekali. Walaupun cuma sebentar, pengalaman itu masih terekam jelas di ingatannya. Makanya, ia masih bisa menggambarkan bagaimana rasanya makhluk halus masuk ke tubuhnya, lalu mengambil alih diri Mirna sepenuhnya.

“Mirna…”

Menyadari kalau tingkah Mira aneh, sepupunya bergegas memberitahu bapak.

Kayak ada sesuatu yang lain di badan aku. Aku masih bisa lihat apa yang ada di depan mata. Tapi, omongan sama gerakanku nggak sesuai sama keinginan. Jadi, kayak otakku nggak berfungsi gitu. Badanku sendiri kayak nggak ada tenaganya,” ujar Sita (23 tahun).

“Mirna…”

Sita tak terlalu ingat apa yang dilakukan guru tersebut. Ia hanya merasakan ketenangan usai kedatangan sang guru. Badannya pun mulai terasa lemas dan pandangannya gelap. Ia tak sadarkan diri. Bangun-bangun badannya terasa sakit dan pegal-pegal.

Setengah jam berlalu. Mirna baru beranjak menuju kamar mandi. Ia berjalan pelan. Entah mengapa, malam itu ia merasa sangat lelah seolah tak punya tenaga. Ketika sampai di depan pintu kamar mandi, ia urung membuka pintu.

Suara itu terdengar lagi. Ia masih mematung di depan kamar mandi. Rasa takut mulai menghinggapinya. Ia merasa sedang diawasi sehingga akhirnya ia memutuskan kembali ke ruang tamu. Suara perempuan itu terus terngiang-ngiang. Rasanya seperti ada perempuan yang sedang membisik di telinganya.

“Sebentar, Bu. Nanti,” kata Mirna.

Tahun 2016, bulan Ramadan. Sepulang bekerja, Mirna (28 tahun) harus menempuh perjalanan selama dua jam dari Jakarta ke Bogor. Sore itu, ia menjalani rutinitas layaknya pekerja pada umumnya; pulang ke rumah dengan energi yang hampir habis. Bayang-bayang rebahan dan kasur empuk sudah menyesaki pelupuk mata. Setibanya di rumah, ia langsung duduk di sofa. Bahkan ketika azan magrib berkumandang, ia belum bergerak sejengkal pun. Padahal ibunya sudah menyarankan untuk bergegas mengambil air wudu.

Selepas merasakan sesuatu menekan badan bagian belakang, ia mulai kehilangan kontrol diri. Ketika teman-temannya datang, ia masih bisa melihatnya. Namun, gerakan tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Ia malah bergerak-gerak sendiri tak sesuai keinginannya, seakan ada orang lain yang menggerakkannya. Ia tak ubahnya boneka saja. Menyadari gelagat aneh Sita, teman-temannya segera memanggil seorang guru yang dianggap ‘pintar’. Beberapa kali si guru menghadapi anak yang kerasukan.

“Kayak ada yang mau masuk gitu ke badan. Udah coba ku tahan, tapi nggak bisa,” ungkapnya.

Harap beli akses artikel ini atau berlangganan   untuk melanjutkan